17 March 2013

Cerita Dewasa, Aku Hamil Setelah Selingkuh Dengan Pria Lain

Aku baru 18 tahun saat duduk di sma kelas 3. Usiaku memang belum dewasa tapi apa yang akan kuceritakan ini adalah cerita dewasa yang tidak mungkin bisa kulupakan. Saat itu aku menjalin hubungan dengan sebut saja namanya Arfan, dia dua tahun lebih tua dariku dan juga teman saudaraku. Kami berpacaran setelah lama saling kenal.

Siswi hamil cerita dewasa setelah selingkuh
Arfan pernah menceritakan semua hal tentang dirinya, tentang keluarganya, pekerjaanya, dan cara berpacarannya. Aku tak begitu kaget mendengar dia sering berhubungan seks dengan pacar-pacar sebelumnya. Hal seperti itu kuanggap biasa, mungkin karena teman-temanku yang lain juga sudah sering melakukannya dan dari cerita dewasa tersebut aku berpikir kalau itu adalah hal yang lumrah.

Hubunganku dengan Arfan berjalan normal meskipun aku tak pernah melakukan hubungan intim dengannya. Paling jauh yang kami lakukan sekedar bercumbu dan berciuman, aku menikmatinya meski terkadang aku merasa berdosa. Aku bangga karena di antara teman-temanku, akulah yang masih perawan. Kadang aku melihat pandangan iri dari mereka tapi kadang juga aku menerima ucapan melecehkan dan menyebutku kolot dari teman-temanku.

Aku semakin sayang Arfan dan aku tahu dia juga jatuh cinta kepadaku. Pikiran muda yang penuh gairah dan cinta membuat pertahananku bobol. Suatu siang, di rumah Arfan yang sepi kegadisanku berhasil direnggutnya.

Sebagai wanita muda dan belum dewasa tentu aku sangat menyesal dan menangis saat itu. Rasanya seperti melepas sesuatu yang sangat berharga demi sesuatu yang tidak pasti. Tapi penyesalanku tidak lama.. setan, iblis dan segala macam roh jahat di kepalaku selalu membisikku untuk mengulang dan mengulangnya lagi. Sejak saat itu, aku memang tidak lagi memiliki pertahanan, tidak ada lagi penolakan. Aku selalu mengiyakan setiap Arfan mengajakku berhubungan seks.

Satu tahun berpacaran membuatku bosan. Entahlah apa yang kurasakan saat itu. Dikatakan cinta ya, aku mencintai Arfan, aku tetap cemburu jika melihat Arfan bersama wanita lain. Tapi ada perasaan bosan dan jenuh bersama Arfan. Akhirnya aku memutuskan mencari cinta lain di belakangnya.

Aku cantik dan fisikku juga lumayan menarik sehingga tidak susah bagiku mencari selingkuhan. Dan tentu saja seperti pria-pria yang lain, mereka hanya ingin menikmati tubuhku. Aku tidak keberatan, toh itu memang yang kucari. Selingkuh lagi.. seks lagi.. selingkuh lagi.. berzina lagi.. begitu seterusnya. Aku tetap mencintai Arfan dan tidak bisa lepas darinya. Aku berpikir dialah yang akan menjadi suamiku kelak. Arfan pun selalu sabar menghadapi sifatku yang pemarah. Sudah tak terhitung berapa kali kami putus, tapi pada akhirnya kami nyambung lagi.

Sampai suatu hari aku bertemu seorang teman lama dan cinta monyetku ketika aku masih kecil, namanya Rizal. Kali ini beda, seolah aku menemukan alternatif pria selain Arfan. Apalagi parasnya yang tampan yang terlanjur membiusku. Aku akui Rizal lebih dewasa daripada Arfan.

Rizal berniat menikahiku meskipun orang tuaku tidak merestui. Ya Rizal memang jenis pria urakan, meskipun wajahnya tampan tapi peringainya buruk, sering mabuk dan pemakai obat. Orang tuaku jelas tidak mau aku menikah dengannya, begitu juga denganku yang tidak pernah befikir akan hidup dengan lelaki pemabuk.

Ide bangsat Rizal muncul. Dia sengaja ingin menghamiliku agar aku bisa menikah dengannya. Setiap kami berhubungan intim, dia selalu mengeluarkan air maninya di dalam. Sudah berulang kali aku bilang jangan keluarin di dalam tapi dia seolah sengaja melakukannya. Aku jadi takut, aku mendengar banyak cerita dewasa tentang pasangan yang hamil di luar nikah dan akhirnya bercerai.

Setelah melakukannya dengan Rizal, biasanya besok atau beberapa hari setelahnya aku berhubungan seks dengan Arfan, kekasih hatiku. Tujuannya tentu saja agar jika aku hamil, Arfan lah yang akan bertanggung jawab. Ah liciknya diriku.. bahkan mungkin aku picik, jahat, dan murahan.

Dan akhirnya aku benar-benar hamil. Betapa dada ini rasanya sesak, penuh dosa dan ingin menangis tak percaya. Aku teramat yakin ini adalah anak dari selingkuhanku, si Rizal, karena setiap berhubungan dia selalu meninggalkan air maninya di dalam vaginaku. Bukan bapak dari janin ini yang akan menikahiku melainkan kekasih hatiku yang berasal dari keluarga terhormat, yang selalu di puji ayahku.

Aku ingat Arfan pernah menanyakan "apakah benar janin itu adalah anakku..?"

Aku menangis berusaha meyakinkannya meski dalam hati ini tak tega melihat dia nanti yang akan menanggung malu karena kebiadaban orang lain. Rencana pernikahanku tinggal sebulan lagi, keluargaku sangat bahagia begitu juga dengan keluarganya, meski tangis dalam hati ini memikirkan semua kebohongan dan pengkhianatan ini.

Di sisi lain aku pernah mengatakan kehamilan ku pada Rizal namun dia malah menyuruhku menggugurkannya. Sekarang Rizal pindah ke luar kota. Aku jadi tahu sifatnya yang lain selain urakan, dia juga pengecut.

Kini pernikahanku tinggal 11 hari lagi tanpa ada yang tau tentang kehamilanku dan calon suamiku pun tak tahu tentang semua pengkhianatan yang sering kulakukan. Demikian sekelumit kisah cinta dan cerita dewasa yang kujalani. Aku bertobat dan memohon semoga saja hidup dan keluargaku akan berakhir bahagia.

2 comments:

Anonymous said...

preet... masih panjang cobaan hidupmu untuk menebus segala.... keangkuhan dan dosamu ituu... anaknya nanti akan lahir ke dunia... benar sebaiknya tobaat laah... takutlah akan azab Tuhan... dimana kamu sudah berani dan dgn angkuhnya melakukan pernikahan di hadapan Tuhan secara sah... sungguh Tuhan maha melihat dan maha mengetahui... sekali tobatlah Tuhan maha pengampun lg maha penyayang

Anonymous said...

Mati aja loe wanita bangsat , dasar pecun gak tau diri loe , siapa yg salah siapa pula yg bertanggung jawab , loe sama pengecutnya kayak mantan loe , mampus aja loe wanita bangsat , pengecut , gbrni berkata jujur.